Review The Overtunes Extended Play

Cover depan

Halo readers, kali ini aku ingin me-review tentang Extended Playnya The Overtunes. Apa itu Extended Play? Bisa dibilang ini adalah mini album, karena di dalamnya terdapat tiga buah lagu yaitu Sayap Pelindungmu (Centre of Gravity), Soulmate, dan Soulmate (The Overtunes Version). Menurut aku band ini lebih mengarah ke UK untuk musiknya kalau dilihat dari ‘Centre’ sebab kalau US harusnya ditulis ‘Center’ iya nggak sih?. Selain tiga lagu, ada tambahan satu video HD Video Klip Sayap Pelindungmu. Namanya aja HD pasti resolusinya bikin puas Tunist buat nonton video ini berkali-kali.

 

 

CD dari EP TheOv

 


Tak seperti album biasa yang isinya cuma CD, EP ini punya lembar lain disamping CD. Mari kita telaah tiap lembarnya. Lembar awal dari EP ini merupakan CD dan di sisi lain menunjukkan gambar sama seperti cover.

Halaman Awal EP

Dibalik lembar ini, terpampang gambar The Overtunes yang terlihat duduk bercengkrama dengan tambahan track lagu dalam EP di sudut kanan atas. Tunist pasti betah deh lama-lama memandang halaman ini.

Selanjutnya adalah beberapa foto The Overtunes ditambah tulisan ‘We Are One’, ‘Soar High’, dan ‘Change The World with Music’. Yang kalau diartikan ‘Kami adalah Satu’ yang menurut aku pribadi ingin menegaskan bahwa selain mereka yang bersaudara kandung mereka juga satu-kesatuan dalam bermusik. ‘Melambung Tinggi’ dimana menurut aku The Overtunes ingin melambungkan musik mereka tinggi-tinggi agar makin banyak orang yang bisa menikmati musik mereka jika mereka makin melambung, makin terlihat. Atau mereka ingin berada tinggi layaknya musisi ternama yang namanya dibawa melambung berkat musik mereka. ‘Mengubah Dunia dengan Musik’ kata-kata ini mengingatkanku pada ucapan Mikha saat audisi X Factor, dia berkata demikian pula. Bahwa musik dapat mengubah dunia, bahwa lewat musik mereka dapat menyalurkan apa yang ingin masyarakat rasakan, suara hati. Bisa saja lewat musik mereka bisa menyemangati jiwa-jiwa Tunist, jadi lebih semangat. Pasti deh Tunist semangat tiap dengar lagu The Overtunes.

Halaman ke-4 ini bertuliskan lirik lagu Sayap Pelindungmu (Centre of Gravity) dan Soulmate. Walaupun ada sedikit lirik dari Sayap Pelindungmu tidak tertulis lengkap tapi dengan didukung gambar The Overtunes juga lambang Sayap Pelindungmu rasanya hal itu tak perlu diambil pusing. Karena lagunya sendiri easy listening, mudah dihafal begitu saja.

Lebih spesifik lagi, lembar selanjutnya berisi tentang Mikha Angelo. Di sini Mikha sedikit bercerita tentang pembuatan liriknya. Kimik ini meminta pendapat pada Sang Mama, dan dengan jeniusnya beliau mengusulkan Sayap Pelindungmu. Sekalipun awalnya terasa aneh, tapi memang kata itulah yang cocok. Juga menegaskan bahwa di The Overtunes hanya cuma dia yang nyanyi, kalian wajib dengar Soulmate (The Overtunes Version) dan selamat mendengar suara indah lain selain main vocalnya Mikha. Selain itu juga ada quote of Mikha yang sepertinya scan dari tulisan Mikha sendiri.

Aku bukan penyanyi, Aku Musisi, Seniman. Musik itu passion, bukan paksaan. Aku idealis, Dan ga mau dipengaruhin orang Lain. Buat aku setiap Lagu itu Cerita. Ada artinya atau enggak, ya begitulah :)

Selanjutnya adalah halaman khusus Reuben Nathaniel. Di sini Reu menuliskan bahwa band di Indonesia jarang yang merilis EP untuk memulai memasuki dunia musik Indonesia. Dan mereka sudah selangkah lebih baik, dan mereka berharap bisa sebaik mungkin dalam musik Indonesia. Reu juga berharap Tunist menyukai persembahan lagu yang ingin mereka perdengarkan pada Tunist.

Banyak Alasan aku jarang keluar dari rumah. Haha! Cendering Perfeksionis, aku percaya ali terlahir Sebagai Musisi yang harus fokus untuk bisa mewujudkan Mimpi-mimpiku Rencana Tuhan :)

Beralih ke Mada Emmanuelle dibalik Reuben. Di sini Mada menuliskan bahwa ia berharap untuk bisa suka sama lagu mereka. Mendukung, saling sayang dan peduli, saling memotivasi, saling memberi input, setia, jujur. Untuk bersama mengubah dunia menjadi lebih baik. We can do it!

Di antara kita bertuga, aku paling misterius. Sering menjadi sosok pendiam, tapi bisa heboh juga. Susah ditebak. Gak pernah suka sama yang namanya membatasi cita-cita, selalu kejar memontum Selagi bisa bikin dunia bahagia kenapa nggak? Punya prinsip sama kepercayaan yang liat tertanam dan selalu dipakar jadi dasar hidup.

Lembar terakhir menuliskan ucapan terima kasih The Overtunes pada banyak pihak yang telah membantu jalan karir mereka dan tentunya bagi yang sudah membeli EP mereka. Ada juga akun-akun sosial media mereka. Facebook: The Overtunes. Twitter: @TheOvertunes. Instagram: @TheOvertunes. Tumblr: TheOvertunes-Blog. Youtube: The Overtunes TV. Soundcloud: @TheOvertunes_Sound. Uniknya ayah mereka Lans Brahmantyo turut ambil bagian dalam pembuatan EP ini, beliau bersama Afterhours Books menjadi Creative Direction. The Fresh Brand, Kaporal Jeans, Fender, dan Sony Music tentunya komponen yang berperan penting dalam pembuatan EP ini. Bicara itu tentunya kita akan tertarik pada Fender, brand alat musik yang mendunia. Para musisi pasti sangat mengenal brand ini, pasti punya gitar Fender jadi impian banyak orang. The Overtunes sendiri telah menjadi ambassador brand ini untuk wilayah Indonesia, hebat bukan?

Halaman lain yang lebih menarik adalah bagian terakhir. Yaitu Certificate of Authenticity diikuti nomor seri dari EP yang totalnya ada 777. Punya aku adalah 304 dari 777 kopi EP yang diproduksi. Awalnya hanya 500 namun karena permintaan Tunist, Sony menambah kuota menjadi 777 yang dirilis pada 4 Desember 2013. Bagian berkilau lain adalah tanda tangan dari Mada, Reuben, dan Mikha. Asli! Mereka membubuhkan tanda tangan pada 777 EP. Pastinya ini menjadikan EP jadi lebih spesial.

Certificate of Authenticity

 Tak cukup sampai disitu. EP ini juga memberikan bonus stiker The Overtunes dan photocard. Tiap EP beda photocard, dan aku beruntung mendapatkan photocard Mada :D

Bonus EP

Terakhir bagian cover belakang EP. Di sini tertera cara aktifasi RBT. Untuk Sayap Pelindungmu (Centre of Gravity) TOV1, Soulmate TOV2, dan Soulmate (The Overtunes Version) TOV3. Khusus pengguna Telkomsel, Indosat, XL, 3, dan Smart. Ada juga artist management kalau ada yang mau mengundang The Overtunes.

Cover belakang

 Download secara legal lagu-lagu dalam EP ini di iTunes ya, sudah tersedia kok. Nggak mahal juga, hehe. Akhirnya aku memberi poin 5/5. Mulai dari isi, design, sampai pelayanan dari tahap pemesanan sampai pengiriman. EP ini seukuran buku tulis, designnya lembut, aku pribadi nyaman memandangi dan tentunya memutar CD dari EP ini. Ku rasa Tunist juga begitu. Sedikit tulisan dalam EP ini juga sudah cukup membagi cerita dibalik EP juga sisi dari tiap personil. Yang pasti album The Overtunes akan sangat aku tunggu, dan akan terus mendukung The Overtunes bersama Tunist lain yang semoga tiap waktunya makin bertambah. Amin.

Mamaku adalah #SayapPelindungku :’) <3 H-3 #SayapPelindungmu

Mamaku adalah #SayapPelindungku :’) <3 H-3 #SayapPelindungmu

1 note

Sayap Pelindungmu

Dimulai dari sebuah ketertarikan untuk menjadi putri dalam dunia khayalku. Dunia ini menjadi lebih nyaman saat para ksatria berperang untukku. Menebas semak belukar yang menghalangi jalanku. Memberi sandaran saat aku ketakutan pada rauman makhluk dalam hutan. Mereka lebih dari itu. Mereka sayap pelindungku. Meskipun dalam nyata itu tetap jadi khayalan. Mimpi indahku.

Seperti biasa aku mengayuh sepeda menuju sekolah. Tak pernah ketinggalan headset yang melekat di telinga. Saat ku tekan tombol play, alunan gitar dipadu dentingan piano sesekali. Suara khas itu menyusul. Mengembangkan senyumku memulai pagi ini. Pitchforks and Torches mengalun senada dengan senandungku. Beginilah ku awali hari, menjadi lebih berwarna sejak aku mengenal mereka. Baiklah, aku hanya sekadar tahu mereka. Mada, Reuben, dan Mikha. Tiga ksatria yang aku bicarakan di awal. Apa kalian mengenalnya? Haruskah aku mengenalkan mereka pada kalian? Tenang, akan kuceritakan saat aku sampai di sekolah.

Jadi, mereka bertiga adalah pelindung Sang Putri yang kesepian. Menjemput mereka dari menara tak berpenghuni dengan awan hitam yang menyelimutinya. Tepat saat Putri merasa keputusasaannya akan abadi.

“Apakah kau yakin ada seorang putri di dalam menara ini?” Putri mendengar suara orang lain! Hal yang tak pernah ia dengan belakangan ini. Terlebih lagi suara itu terdengar khas, cukup kuat untuk memompa jantung Putri lebih cepat.

“Untuk memastikannya kita harus segera mencapai puncak menara ini!” Seseorang merespon. Orang itu tak sendiri. Putri terus berdoa agar mereka tetap berusaha untuk mencapai puncak kemudian menolongnya.

Kadang ia mendengar teriakan. Mengomandokan pada yang lain untuk berhati-hati. Kencangkan tali! Berpinjak pada sisi yang kokoh! Saling menyemangati agar bisa sampai di puncak menara. Perlahan muncul jari-jari yang terlihat kuat mencengkram tepi jendela menara. Tak lama ia menampakan wajahnya. Sangat tampan. Putri terdiam untuk beberapa saat, menikmati momen yang sangat ia tunggu. Tak lama muncul kembali dua orang yang berurutan masuk ke ruang puncak menara juga.

 

“Dor!” Ferrol mengangetkanku. Dia memang selalu begini, menganggu ritualku berdiam di singgasana menanti bel masuk berbunyi sambil tetap mendengarkan lagu-lagu para ksatriaku.

“Ferrol, udah berapa kali gue bilang. Jangan gangguin gue!” Ferrol tetap di tempatnya. Di depan tempat dudukku. Bangku urutan dua dari belakang. Yup, jadi aku duduk paling belakang di kelas. Tempat yang strategis untuk menghabiskan jam kosong dengan musik khas pembangkit semangat.

“Yakin nih nggak mau denger beritanya? Padahal ini tentang para ksatria lo loh.” Ya, aku menceritakan kisah itu juga pada Ferrol. Orang menyebalkan itu merangkap sebagai sahabatku. Sejauh ini dia pendengar yang baik, ya walaupun dia sering menjadikanku bahan candaan.

“Mau! Berita apa?” Jawabku antusias. Aku tak bisa berdiam diri kalau ini menyangkut para ksatriaku.

“Acara pensi nanti, sekolah kita mau ngundang mereka!” Rangsangan tiap selku berjalan cepat. Membuatku melonjak kegirangan mendengar berita itu.

“Tapi diganti jadi band lokal!” Saat itu juga aku meninju bahu Ferrol. Diam di tempatku semula. Membiarkannya dalam kesalahan.

Para ksatria itu menatap Putri lamat-lamat. Begitu juga dengan Putri. Entah apa yang ada dipikiran mereka. Suasana hening sekali, tak seperti dalam kisah Rapunzel, dimana Pangeran dan Rapunzel saling mencintai. Sepertinya mereka tak seperti itu.

“Terima kasih sudah datang menolongku.” Putri memulai percakapan.

“Tidak, harusnya kami yang berterima kasih. Karena Putri terus menunggu kedatangan kami.” Ksatria berambut keriting mengutarakan apa yang ada dipikirannya.

“Kami sudah mencari Putri ke manapun, sayang mereka sudah tidak ada di tempat. Entah melarikan diri, bunuh diri, atau sudah ditolong oleh ksatria lain.” Suara ksatria ini yang Putri dengar pertama kali. Suara yang khas dan menenangkan.

“Suatu kebanggan kami bisa bersama Putri menjelajahi Negeri, kami akan menjadi sayap pelindungmu.” Ksatria satu itu mengulurkan tangannya, Putri menyambut dengan perasaan haru. Belum pernah ia diperlakukan sebegini istimewa. Apalagi sentuhan ksatria ini sangat lembut, namun kuat mengenggam jari jemarinya.

Tet…tet…tet… Bel tanda masuk berbunyi. Aku langsung melepaskan headset lalu meletakkannya di dalam laci. Ferrol masih diam. Gengsi untuk minta maaf mungkin? Biarlah, aku ingin sesekali mengajarkannya untuk berhenti membuat candaan yang menyakiti orang lain. Jam pertama adalah kimia, tapi kenapa malah guru BK yang masuk?

“Anak-anak diharap berkumpul di Aula sekarang! Kita kedatangan tamu.” Seisi kelas bertukar pandangan. Menerka siapa tamu yang datang sampai kami harus dikumpulkan di Aula. Walaupun dalam hati aku yakin mereka berterima kasih pada tamu ini karena membuat mereka melewatkan jam kimia. Ferrol meninggalkan kelas duluan. Tanpa mengajakku, tak seperti biasanya kalau jam istirahat tiba. Bukankah seharusnya aku yang bersikap dingin begitu? Dasar gengsian!

Aku berjalan diantara kerumunan yang lain menuju Aula. Tentunya aku membawa serta headset dan mp3 playerku, untuk jaga-jaga kalau tamu itu tidak begitu menarik. Dari beberapa ocehan kecil siswa aku menyimpulkan bahwa tamu itu datang mendadak. Karena tak ada satupun yang tahu, mereka malah bertanya satu sama lain. Aku tak mau mendengar kicauan tak penting mereka, lebih baik aku mendengarkan lagu para ksatriaku.

“Auu.. Uu.. Haaa.. Aaa..” Apakah telingaku bermasalah? Kenapa aku mendengar seolah-olah Mikha benar-benar bernyanyi saat ini?

“Mikhaaa!!!” teriak para siswa histeris. Tunggu. Mikha? Dia tamunya? Aku langsung berlari mendekati pintu Aula, sampai seseorang menyeretku ke samping pintu Aula. Ferrol.

“Ferrol, apaan sih? Di Aula ada Mikha, lebih hebatnya lagi kalau di dalam ada The Overtunes! Gue mau ketemu mereka, Ferrol!” Bukannya melepaskanku, dia malah membawaku ke pintu belakang Aula. Backstage?!

“Biar lo puas, lo bisa masuk backstage sesuka lo. Mau foto, tanda tangan, peluk, apapun kecuali cium!” Ferrol membukakan pintu backstage. Aku melihat ada Andrew di sana. Dia tersenyum sambil melambaikan tangan. Manis sekali. Dia menepuk tempat kosong di sampingnya, mempersilahkan aku duduk di sana.

“Ferrol, thanks ini… Susah diungkapin Fer! Makasih ya, Fer.” Aku memeluk Ferrol erat, kemudian mengambil tempat di samping Andrew. Aku bicara sebentar pada Andrew lalu menuju pintu. Aku berniat ikut menikmati penampilan The Overtunes langsung. Ku lihat Ferrol berdiri di pintu masuk utama Aula, menatap The Overtunes dari kejauhan. Aneh sekali.

“Woy, ayo nontonnya deket-deket!” Aku menyeret Ferrol mendekati panggung.

“Kok lo nggak diem di backstage aja?” Tanya Ferrol padaku.

“Gue pengen denger mereka perform langsung, ngalirin energi mereka lewat musik yang mereka bawain. Langsung. Itu rasanya berkali-kali lipat dari dengerin mereka lewat mp3 player. Lagipula yang gue nikmatin musiknya, cara mereka nyiptain atmosfer lewat alat musik dan suara yang mereka bawain, mereka nggak sama kayak band lain, Fer. Bisa foto atau segala macem itu nomor sekian.” The Overtunes membawakan 8 lagu. Soulmate, A Thousand Years, Lost, Gravity, Pitchforks and Torches, Don’t You Worry, Viva La Vida, dan Gone Gone Gone. Aku sangat menikmati saat ini. Semangat dalam tubuhku mencapai titik maksimum. Begitu hebatnya mereka mempengaruhi mood seseorang. Jika ada kata yang mendefinisikan lebih dari bahagia mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasanku saat ini. Saat musik mereka mengalun memanjakan.

Aku adalah sayap pelindungmu, The Overtunes. Bersama Tunists kami melindungimu lewat dukungan tiada henti tiap langkahmu. Sekalipun kami tak selalu ada di dekat kalian, mengikuti setiap tapakan nyata kalian. Tapi kami menyalurkan dinding pelindung kami lewat kata yang tertulis di dunia maya, berusaha ada untuk meramaikan kehadiran kalian, memperkenalkan musik kalian pada manik mata yang ada di dekat kami. Karena kalian juga telah menjadi sayap pelindung kami. Melindungi kami dari perasaan sepi, jatuh, atau apapun yang membuat kami terpuruk. Hanya dengar lantunan ajaib itu, kalian telah melindungi kami. Tanpa harus mengawal kami dalam nyata.

2 notes

Orang yg mencoba hidup seperti air tp gamungkin bisa, nobodys perfect
Mada Emmanuelle (via overtunedgirl)

3 notes

Life is not about how good we are, It’s how good we want to be. Aim for the moon coz even if we Miss, we’ll still land among the stars!! Dream BIG.
Reuben Nathaniel (via micheleisme)

4 notes

Question of Life (Reuben Nathaniel)

  • Tunist_Indo: Pilih reulette atau tunist?
  • Reuben: Sama aja
  • Tunist_Indo: Instagram atau youtube?
  • Reuben: Instagram
  • Tunist_Indo: Memfollback atau mention?
  • Reuben: Follback
  • Tunist_Indo: Cantik pintar atau cantik lemot?
  • Reuben: Cantik pintar
  • Tunist_Indo: Sheryl atau JKT48?
  • Reuben: Ah gila
  • Tunist_Indo: Seandainya nama saya bukan Reuben saya ingin nama saya..
  • Reuben: William, enggak ding. Nggak tahu. Siapa nama anak Royal yang baru?
  • Tunist: Alexander George Louis lah (yang bener George Alexander Louis)
  • Tunist_Indo: Harapan saya buat Tunists adalah..
  • Reuben: Makin kompak
  • Tunist_Indo: Inspirasi nama Malibu dari hal..
  • Reuben: Merknya namanya emang Malibu
  • Tunist_Indo: Sebenarnya cita-cita saya dari dulu adalah..
  • Reuben: Nggak pernah membatasi
  • Tunist_Indo: Pernah nangis karena dijahilin..
  • Reuben: Mada
  • Tunist_Indo: Penrah dijahilin sama..
  • Reuben: Mada
  • Tunist_Indo: Mada seorang kakak yang..
  • Reuben: Baik
  • (ada 2 pertanyaan yang nggak ketulis)

5 notes

Question of Life (Mikha Angelo)

  • Tunist_Indo: Musik atau bola?
  • Mikha: Musik
  • Tunist_Indo: Dimusuhin Tunists atau dikasih semut?
  • Mikha: Dikasih semut... satu
  • Tunist_Indo: Mada atau Reuben?
  • Mikha: Reuben (awalnya jawab dua-duanya)
  • Tunist_Indo: Dimanja mama atau dimanja Reuben?
  • Mikha: Dimanja mama
  • Tunist_Indo: Alex atau NU Dimension?
  • Mikha: Yang lebih deket Alex
  • Tunist_Indo: Saya merasa ganteng saat saya..
  • Mikha: Tidur
  • Tunist_Indo: Bagi saya Tunists itu adalah..
  • Mikha: Jagger, keluarga
  • Tunist_Indo: Hal yang wajib saya lakukan sebelum kiamat datang..
  • Mikha: Mandi coklat
  • Tunist_Indo: Bagi saya keluarga adalah..
  • Mikha: Keluaga adalah keluarga, segalanya
  • Tunist_Indo: Saya pernah bohong sama mama saat..
  • Mikha: Tadi baru
  • Tunist_Indo: Mada adalah seorang kakak yang..
  • Mikha: Pengertian
  • Tunist_Indo: Ketika punya pacar nanti saya mau pacar saya berkriteria..
  • Mikha: Jagger
  • Tunist_Indo: Jagger itu apa sih sebenernya?
  • Mikha: Nggak ada, apa aja bisa disebut jagger. Jadi jagger aja,
  • (ada 3 pertanyaan yang nggak ditulis disini, 2 nggak kedengeran jelas, 1 nggak dijawab pasti)

1 note

Tante Yvonne and Om Lans (Orang tua dari The Overtunes)

The Overtunes’ Photoshoot by J-Daniel Photography

Please like https://www.facebook.com/pages/J-Daniel-Photography/ make it 15K likers. Come on Tunists! ;D

1 note